Penguatan Tridharma untuk Menuju Akreditasi Mandiri: BIMTEK Akademi Farmasi Toraja 14–15 Maret 2026

Akademi Farmasi Toraja sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bertajuk “Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi Menuju Akreditasi Mandiri Tahun 2025/2026” pada tanggal 14–15 Maret 2026. Kegiatan dua hari yang berlangsung penuh antusiasme ini menghadirkan dua pemateri utama yang berpengalaman di bidang akademik dan manajemen pendidikan tinggi, yakni Dr. Drs. Petrus Ma’na, M.Si. dan Marten P. Goesmiando, S.Sos., M.Si. Kegiatan diikuti oleh jajaran pimpinan yayasan, pengelola akademik, seluruh dosen dan staf pengajar, serta beberapa perwakilan mahasiswa Akademi Farmasi Toraja. Hadir pula Ketua Yayasan Nafiri Toraja, Ir. Yulius Randu, M.Th., dan Direktur Akademi Farmasi Toraja, Apt. Estherina A.P, S.Si., M.Farm.KLIN.MAP., yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas institusi.

Agenda BIMTEK dirancang untuk menjawab kebutuhan strategis perguruan tinggi dalam proses akreditasi mandiri dan peningkatan kinerja tridharma. Pada hari pertama dan kedua, kegiatan mengulas tiga fokus utama: Penguatan Hibah Dikti dan Desain Jurnal Ilmiah Q dan Sinta; Penguatan Dokumentasi Akreditasi; serta Strategi Percepatan Pangkat Akademik dan Usul ISSN Jurnal Akfar Toraja. Setiap sesi dilengkapi dengan paparan, studi kasus, dan diskusi interaktif sehingga peserta dapat langsung merumuskan langkah tindak lanjut yang aplikatif bagi lingkungan Akademi Farmasi Toraja.

Dalam sesi mengenai penguatan dokumentasi akreditasi, Dr. Drs. Petrus Ma’na, M.Si. menekankan betapa krusialnya dokumentasi yang rapi dan lengkap beserta surat keputusan yang jelas untuk mendukung proses kenaikan pangkat dosen dan persiapan akreditasi institusi. Beliau menjelaskan bahwa dokumen seperti SK pengangkatan dan jabatan fungsional, bukti kegiatan tridharma (penelitian, pengabdian, pembelajaran), bukti publikasi, serta portofolio kinerja dosen harus terdigitalisasi dan tersusun sistematis agar mudah diverifikasi oleh asesor. Dokumentasi yang baik, menurut Dr. Petrus, mempercepat proses penilaian dan meminimalkan kekurangan yang sering menjadi hambatan saat proses akreditasi.

Selain dokumentasi dan surat keputusan, Dr. Petrus juga menyebutkan beberapa hal lain yang dapat menjadi pendukung penting, antara lain peningkatan mutu publikasi di jurnal terindeks (Sinta/Q), partisipasi aktif dalam hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, pemetaan kompetensi dosen, serta penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Faktor pendukung lainnya adalah penguatan manajemen mutu internal, peningkatan kualifikasi dan sertifikasi dosen, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk rekam jejak akademik dan administrasi.

Sesi yang dipandu oleh Marten P. Goesmiando, S.Sos., M.Si. mengupas strategi praktis percepatan pangkat akademik dan mekanisme pengusulan ISSN untuk jurnal kampus. Marten menyajikan langkah-langkah teknis mulai dari persiapan dokumen usulan kenaikan pangkat, penyusunan publikasi yang memenuhi kaidah editorial, hingga tata kelola redaksi dan pengajuan ISSN. Pemaparan ini memberikan panduan konkret bagi pengelola jurnal Akademi Farmasi Toraja untuk meningkatkan reputasi ilmiah dan keterindeksan jurnal ke tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran pimpinan yayasan dan direktur akademi memberikan sinergi kebijakan yang dibutuhkan dalam implementasi hasil BIMTEK. Ir. Yulius Randu, M.Th. menyampaikan apresiasi atas inisiatif peningkatan kapasitas ini dan menegaskan komitmen Yayasan Nafiri Toraja untuk mendukung sumber daya dan kebijakan yang diperlukan. Sementara itu, Direktur Akademi Farmasi Toraja, Apt. Estherina A.P, S.Si., M.Farm.KLIN.MAP., menekankan pentingnya kolaborasi antarunit akademik dan administrasi untuk menerjemahkan rekomendasi BIMTEK menjadi program kerja nyata menuju akreditasi mandiri 2025/2026.

BIMTEK ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa timeline penguatan dokumentasi, program peningkatan publikasi dan hibah, serta pembentukan tim pengusul ISSN dan verifikasi dokumen kenaikan pangkat. Peserta berharap hasil kegiatan ini menjadi pijakan strategis bagi Akademi Farmasi Toraja dalam meningkatkan mutu tridharma serta mempercepat proses akreditasi mandiri. Terima kasih kepada Bapak Dr. Drs. Petrus Ma’na, M.Si. dan Marten P. Goesmiando, S.Sos., M.Si. atas bantuan dan bimbingannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *